jump to navigation

Keakuratan Google Translate English-Bahasa Indonesia September 13, 2009

Posted by mazdink in Artikel.
Tags:
trackback

facePengalihbahasaan (penerjemahan) dewasa ini tidak hanya dapat dilakukan oleh manusia tetapi juga oleh mesin-mesin penerjemah. Diawali dengan lahirnya perangkat lunak kamus dengan kemampuan terjemahan yang terbatas pada kata dan frase, kini telah bermunculan mesin-mesin penerjemah yang mengklaim tidak hanya dapat menerjemahkan frase, kalimat dan paragraf tetapi bahkan naskah lengkap dan buku. Salah satu yang mendapatkan banyak perhatian adalah layanan penerjemahan online gratis berbagai bahasa Google Translate yang juga mendukung terjemahan Bahasa Indonesia. Tetapi sejauh mana keakuratan hasil terjemahan Google Translate? Apakah Google Translate layak digunakan untuk menerjemahkan dokumen-dokumen penting dan naskah-naskah ilmiah? Mari kita lihat!

Pada dasarnya Google Translate, khususnya English-Bahasa Indonesia hanya menyediakan layanan dengan hasil terjemahan “kasar”, yang barangkali masih dapat ditangkap maknanya oleh penutur asli bahasa target terjemahan, khususnya untuk bahasa-bahasa umum dan bahasa-bahasa formal seperti yang digunakan dalam penulisan konten website. Contoh:

Teks Sumber:
Get translation with a single click and make your webpage instantly available in other languages.

Teks Target:
Dapatkan terjemahan dengan satu klik dan membuat halaman Web Anda tersedia seketika dalam bahasa lain.

Hasil terjemahan diatas cukup berterima dan dapat dipahami oleh kita sebagai penutur asli Bahasa Indonesia, meskipun keakuratannya tidak mencapai 100%. Kita ambil contoh lain yang masih menggunakan bahasa sehari-hari dan umum.

Teks sumber:
If you want your blog to be successful, consistent posting with current information is crucial. Readers are always looking for the most updated information available.

Teks target:
Jika Anda ingin blog Anda untuk menjadi sukses, posting konsisten dengan informasi saat ini sangat penting. Pembaca selalu mencari informasi terbaru yang tersedia.

Hasil terjemahan ini pun cukup berterima dan dapat dipahami maknanya meskipun perlu sedikit penyuntingan untuk mendapatkan hasil terjemahan yang baik. Sekarang bagaimana hasilnya jika kita menggunakan bahasa ilmiah yang tidak lazim dan tidak umum? Contoh:

Teks sumber:
A 21-year-old female patient presented with a complaint of an asymptomatic gingival swelling. The lesion was located in the alveolar ridge in the mandibular right third molar region. The patient reported the evolution of a lesion over a period of one month. The swelling started following extraction of the right mandibular third molar along with frequent bleeding, especially after meals, but with partial spontaneous healing. Extraorally, the patient presented facial swelling on the right side (Figure 1). Intraorally, a normal and elastic mucosa was observed along with a nodule reaching 4 cm in the largest diameter with a rubber-like consistency extending from the second bicuspid to the retromolar region (Figure 2).

Teks target:
Seorang 21 tahun pasien wanita berusia disajikan dengan keluhan yang asimtomatik pembengkakan gingiva. Lesi terletak di alveolar ridge di kanan mandibular molar ketiga wilayah. Pasien melaporkan perkembangan lesi selama satu bulan. Pembengkakan mulai mengikuti ekstraksi dari molar ketiga rahang kanan bersama sering berdarah, terutama setelah makan, tapi dengan spontan parsial penyembuhan. Extraorally, pasien pembengkakan wajah disajikan di sisi kanan (Gambar 1). Intraorally, yang normal dan elastis mukosa diamati bersama dengan nodul mencapai 4 cm dengan diameter terbesar karet-seperti konsistensi yang terbentang dari gigi seri kedua ke kawasan retromolar (Gambar 2).

Hasil terjemahan Google Translate kali ini tidak berterima dan tidak dapat dipahami maknanya jika dibaca secara sekilas. Coba bandingkan dengan hasil terjemahan yang diolah secara manual berikut:

Seorang pasien wanita berusia 21 tahun datang dengan keluhan pembengkakan gingiva asimptomatik. Lesi terdapat pada rabung alveolar (alveolar ridge) di daerah geraham bungsu kanan mandibula. Pasien melaporkan terjadinya lesi selama periode satu bulan. Pembengkakan ini mulai terjadi setelah pencabutan geraham bungsu bawah diikuti dengan perdarahan yang sering terjadi, khususnya setelah makan, tapi dengan penyembuhan spontan parsial. Pada pemeriksaan ekstraoral, pasien memiliki pembengkakan wajah pada sisi kanan (Gambar 1). Pada pemeriksaan intraoral, sebuah mukosa yang elastis dan normal ditemukan bersama dengan sebuah nodul yang diameternya mencapai 4 cm dengan konsistensi mirip-karet dan membentang mulai dari gigi bikuspid sampai daerah retromolar (Gambar 2).

Jadi sebagai kesimpulan Google Translate bisa diandalkan untuk menerjemahkan naskah-naskah yang sifatnya umum dan menggunakan bahasa sehari-hari seperti beberapa konten website dan panduan-panduan. Tetapi untuk naskah ilmiah dengan bahasa yang tidak lazim dan bukan bahasa sehari-hari, Google Translate belum dapat diandalkan. Sekalipun begitu Google Translate sangat membantu khususnya jika kita menemukan konten asing yang tidak berbahasa Inggris, seperti bahasa Spanyol, bahasa Cina, Jerman, dan lain-lain. Secara umum Google Translate dapat membantu kita memahami maksud konten asing tersebut dengan hasil terjemahan yang “kasar”.

Pendapat saya pribadi, hasil terjemahan yang baik dan akurat tidak mungkin dapat dihasilkan oleh sebuah mesin penerjemah yang bekerja secara independen, secanggih apapun mesin tersebut. Kecuali beberapa software CAT (Computer Aided Translation) seperti SDL Trados yang sifatnya tidak independen tetapi hanya membantu mempermudah jalanya proses penerjemahan.

Comments»

1. uce rohiman - October 16, 2009

terimakasih atas informasinya, semoga bermanfaat bagi senua orang

2. arham jailani - October 21, 2009

bener…hasil terjemahan buku ekonomi gw gak beraturan…..
tp gak papalah…..cukup membantu juga….

3. Dody - December 9, 2009

Nda apa2lah yg pnting makalah bhs inggris ak bisa slesai

4. Ronald - September 5, 2010

Mesin penerjema yg bgus apa ya

5. Ari - November 1, 2010

@ Ronald
“Mesin” penerjemahan yang paling baik saat ini adalah otak seorang penerjemah yang handal. Tidak ada mesin buatan manusia yang bisa mentransfer informasi dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Saya sudah menerjemahkan dokumen dari bahasa Inggris ke Indonesia (dan sebaliknya) selama lebih dari 7 tahun, dan selama kurun waktu 7 tahun itu, belum ada mesin ciptaan manusia yang saya tahu dapat menerjemahkan dokumen sampai level konteksnya.

6. Diah Respati - February 10, 2011

terima kasih infonya..sgt bermanfaat

7. vivitjhia - August 18, 2011

so i’ll translate it ovee my brothee and i hope i understand it then

8. vivitjhia - August 18, 2011

gimana cara termuda ke penerjemah pakai hp

9. vivitjhia - August 18, 2011

in comprehensible apa ya artinya

10. jumaedi - November 23, 2011

menggunalan google terjemahan sebaiknya di bolak balik, misal dari bhs inggris ke indonesia, di ulang lg dari bhs indonesia ke bhs inggris agar bisa di lihat ketepatan tata bahasanya, salah hurup dan penempatan akan lain arti lg

11. arolkarol - April 8, 2013

Iya juga tidak Akurat, tpi Google Translate juga membantu, seperti mengerjakan PR bhs Inggris, kata2 asing yg blm diketahui….

12. yons - May 20, 2013

info yang sangat membantu, thnsk ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: